Belasan kupu-kupu
kami baru saja melakukan ciuman yang hangat. dan efek yang di keluarkan oleh marijuana tidak pernah sama, entah apa yang lebih mempengaruhi. perasaan kami pada saat itukah atau malah kualitas dari marijuana itu sendiri. terkadang kami merasa senang dengan tertawa tiada menentu, namun terkadang kami merasakan rasa takut yang berlebih, dan terkadang kami merasa kretivitas kami melecut begitu tinggi dan melayang-layang.
Telah banyak asap marijuana yang kami hisap, kadarnya telah di rasa cukup untuk kami berdua.
Kami terduduk tenang di atas kasurku. bantal dan guling kami tumpuk untuk memberikan rasa empuk di badan. Rena duduk di sampingku lengannya memeluk lenganku, kepalanya bersandar di bahuku, selama kami berbicara telapak kakinya terus saja di gerakkan . Kami sama-sama memandang ke langit luas melalui jendela kamarku.
“Sayang. “iya Rena” . Udara di kamar ini kenapa panas?” “ hah panas, bukannya kipas itu telah mengarah ke kita, dan kamupun tidak berkeringat, mengapa kamu merasa panas”
“benar sayang aku merasa gerah,aaahhh rasanya aku ingin berada di dekat air terjun yang besar, berada beberapa meter dari air terjun itu sambil menikmati butiran-butiran air yang terbuang dari kumpulannya. Butiran-butiran itu memberikan kesejukan sayang, tetapi tidak membasahi pakaianku.
“Kesejukan, sudah lama sekali aku tidak mendengar kata itu Rena.. Se-juk, ke-se-ju-kan”
“iya, kesejukan sayang. Maukah kau menengantarkanku ke tempat dimana air terjun yang aku maksud sayang, air tejun yang besaaar sekali. Dimana pepohonan masih tumbuh dengan lebatnya, dimana belasan kupu-kupu berterbangan di mana-mana. ada yang hinggap di salah satu kuncup bunga ada yang terdiam di tepian ranting pepohonan. Selain air terjun aku juga ingin sekali melihat belasan kupu-kupu”
“Apa yang kau pikirkan rena tentang belasan kupu-kupu itu?”
Manusia sayang, Ma-nu-sia. Iya, manusia. Manusia hidup bagaikan menempuh suatu proses menjadi kupu-kupu. berproses seperti ulat menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu.
“Wuaw. kau filosofis sekali sayang, tidak kusangka efek marijuana membuat hayalanmu menjadi setinggi itu, dan aku suka sekali pengandaianmu. hidup manusia bagaikan kupu-kupu.”
“Iya sayangku. kupu-kupu, dan kupu-kupu adalah proses akhir dari hidup manusia”. Kata rena.
Selanjutnya rena beranjak dari tempat tidur. Ia meresa lapar dan juga haus. “ adakah sesuatu yang dapat di makan ?”
“ aahhh. aku lupa sayang, makanan kecilku baru saja habis semalam. dan tadi, aku lupa membeli beberapa makanan untuk kita. Biarlah aku keluar sebentar untuk membeli makanan untuk kita”
“ tidak usah sayang, aku rasa teh hangat ini cukup, hujanpun sedikit lagi akan turun. Biarlah kau disini.”
Tidak ada makanan yang tersisa, yang ada hanyalah dispenser panas dan dingin. Rena mengambil gelas lalu membuat secangkir teh hangat.
Rena membuatkan dua cangkir teh hangat, di taruhnya teh hangat itu di meja belajarku., setelah membuat teh hangat ia duduk di kursi meja belajar.
Aku beranjak dari tempat tidur ke meja belajar. Dan aku duduk di atas meja.
“Aku sangat tertarik dengan pembicaraanmu mengenai kupu-kupu itu rena, dan hidup adalah proses metamorfosis. Aku mengibaratkan manusia yang rakus adalah manusia perusak, sama halnya dengan ulat. Apakah kau suka dengan ulat rena?”.
“Ulat? Aku rasa siapapun tidak suka dengan ulat, ia binatang perusak, daun-daun akan berlubang di buatnya.” Jawab rena.
“jika begitu manusia seperti apa yang pantas menjadi kupu-kupu sayangku, kalau tahu dalam proses kehidupannya, manusia sama dengan ulat. Perusak dan menggelikan.” Tanyaku.
banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk berziarah ke Mekkah, ada orang yang menghabiskan waktunya untuk merjudi di Riazort, tapi aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu kekasihku…. “Aku suka saat pertama kali kau mengutip kata itu untukku sayang”
“mungkin orang-orang seperti So Hok Gie-lah yang pantas menjadi kupu-kupu sayangku. Orang-orang seperti Soe hok gie dan John Lennonlah. yang setelah mati akan menjadi kupu-kupu, mereka terus terbang menghiasi kehidupan ini dengan pemikiran dan karya-karyanya.”
Hujanpun turun dengan deras , angin yang menerpa membuat udara berubah menjadi dingin. Rena sesekali menyeruput teh hangatnya, ke dua tanganya memegang cangkir. Aku menyulut sebatang rokok.
“orang yang paling beruntung adalah mereka yang tidak pernah di lahirkan ke dunia, dan yang ke dua adalah mereka yang lahir lalu mati muda. Orang-orang yang paling malang di dunia ini ialah mereka yang lahir, dan tua. lalu mati”
“Setelah aku membaca buku Soe Hok Gie kata-kata itu yang selalu ada dalam kepalaku.”
"Soe Hok Gie dan John Lennon adalah contoh orang yang beruntung di dunia ini. mereka lahir ke dunia ini lalu mati muda, namun di umurnya yang singkat itu, mereka bagaikan se-ekor ulat yang memberikan manfaat untuk kehidupan ini. seperti itukah kupu-kupu yang kau maksut?” Kataku
“Iya, mereka adalah ulat yang berbeda dengan yang lainnya, mereka ulat penghasil benang sutra. Dan soe hok gie, Seandainya saja saat ini mahasiswa sama seperti Soe Hok Gie, mungkin demonstrasi mahasiswa benar-benar membawa kepentingan bersama bukan kelompok”
“Haah..hahahaha sejak kapan kau memperhatikan politik sayang?” sindirku.
“Sejak kau hadir dalam hidupku keparat, dasar kau keparat.”
Iya, iya. Kau memang seperti apa yang aku gambarkan dalam cerpenku, kau adalah bunglon dalam hidupku, yang dengan mudah beradaptasi dengan hidupku serta mengerti pikiranku. Kau adalah pacarku serta teman berbicara yang mengasikan” aku berkata demikian padanya, selapas ia membicarakan peran soe hok gie dalam kehidupan ini.
“Hidup ini rasanya sempurna denganmu Rena, saat aku denganmu aku seperti john lennon yang menemukan yoko onno dalam hidupnya.”
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Lagu imagine terdengar lagi dari Winamp, setelah tadi terdengar lagu dari led zeppelin, pure Saturday, the Sastro, dan explosions in the sky
.
Lagu Imagine kini benar-benar menemani kami, dentuman suara dram, beat-beat piono yang di mainkan john lennon, membuatkami benar-benar terhanyut dalam lagu tersebut.
“ saat mendengar lagu Imagine yang aku inginkan hanya Kedamian. iya, kedamian sayang. kedamiaan yang aku mau di dunia ini dan selalu begitu. Jika saja Cuma hari ini kita hidup, apakah orang-orang di dunia ini masih menginginkan kekuasaan dan kekayaan.” Aku berpikir seperti itu saat mendengar lagu imagine. tidak ada batas-batas negara, tidak ada agama, dan tidak ada neraka dan surga. tetapi semua orang hidup dengan damai.
“ apakah kau akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan john lennon dan yoko onno untuk meneriakan kedamiaan. Peace dan peace?” Tanya Rena.
“Seandainya saja aku orang terkenal mungkin aku akan melakukan hal yang kurang lebih sema dengan mereka, meneriakan kedamian tapi dengan caraku.” Jawabku atas pertanyaan Rena
“kalo begitu, kau akan menjadi kupu-kupu nantinya, setelah kau mati maka kau akan di kenal selamanya. Karena karyamu atau karena perjuanganmu meneriakan kedamiaan. dan kau akan bergabung bersama dengan john lennon dan Soe Hok Gie. berterbangan di mana-mana untuk menghiasi kehidupan ini. aku akan melihat kau nanti di suatu taman.”tegas Rena.
“Jika aku kupu-kupu jantan maka kau akan menajadi kupu-kupu betina, pernahkah kau melihat dua kupu-kupu terbang bersamaan seperti sedang bercanda, dua kupu-kupu itu adalah sepasang kupu-kupu yang serasi?”
“Aahhh bisa saja kau sayang, aku memang ingin selalu denganmu”
“Aku juga Rena”
“Jika kau menikah denganku nanti, apakah kau bersedia menambahkan namamu dengan namaku?”
“Tentu saja sayang, mengapa tidak”
“Kalau begitu namamu akan menajadi Renaisa Ayundari “chairil”. Aku akan menempatkan nama belakangku saja untukmu”
“Mengapa tidak nama awalmu saja, Falatehan dennis?”
“Ah, aku rasa chairil lebih cocok.”
Sesaat terlihat di balik jendela hujan telah berhenti.
Hari apa ini sayang?,Tanya rena
“Hah, hari ini. Aku rasa Hari ini adalah hari kasih sayang, dan esok adalah hari penuh cinta damai. tidak-tidak,aku bercanda. hari ini adalah hari ke empat dalam seminggu sayang. Kenapa, apakah kau sudah ada janji hari ini?”
‘Tidak. Tidak ada sayang”.
“Aku merasa Cuma lelah saja, marijuana memecut otakku untuk berfikir dengan keras, selain merasa lapar akupun merasa lelah sayang.”
“Tidurlah, aku akan keluar untuk membeli makanan untuk kita.”
Rena berdiri lalu membaringkan tubuhnya ke tempat tidur, ia terlihat lelah memang.
Selagi ia mengusir lelahnya, aku keluar memebili makanan. jalan-jalan basah selepas hujan. Awan-awan yang tadi membawa hujan, kini berangsur-angsur berjalan mengikuti tiupan angin. Di kaki langit sebelah barat sinar matahari senja bersinar keemasan
.
Aku membeli dua nasi bungkus yang isinya dadar telur, orek tempe, sayur kacang dan sambal terasi. Setelah membeli dua bungkus makanan, aku berfikir untuk membili sebotol bir. Sudah lama aku tidak meminumnya, cuaca hari ini aku rasakan pas untuk meminum bir.
Matahari senja memantul pada jalan-jalan basah, pada kaca-kaca toko, pada mobil-mobil mewah. Setelah membeli sebotol bir, aku berjalan kembali menuju kosan. Selama lima belas menit perjalananku menuju kosan. dan ternyata selama aku keluar membeli makanan. durasi waktu itu telah membuat Rena tertidur dengan pulasnya.
Tidak sampai hati aku membangunkannya, aku menaruh kantong plastik berisi makanan.. di atas lemari bajuku.
sebentar aku memandangi wajahnya. manis. Kakinya terkulai di tepian kasur. halus.
Aku membuka sebotol bir yang masih dingin. Meminumnya sedikit demi sedikit. Di selingi hembusan rasap rokok. aku duduk di depan meja belajarku, pada Mejanya berantakan dengan gelas-gelas kosong, kertas-kertas tak menentu posisinya.dan asbak dengan putung rokok yang tak terhitung berapa jumlahnya.
aku yang sedang duduk di kursi meja belajarku tiba-tiba saja teringat akan pembicaraan rena mengenai kupu-kupu. Hal itu membuatku menoleh untuk memandang wajahnya. ia tersenyum saat aku melihatnya. seakan ia tahu bahwa aku sedang melihatnya. Nafasya teratur saat ia tertidur.
hampir satu jam rena terlelap dalam tidurnya.. Cakawala sebentar lagi akan menghitam, tidak lama lagi senja akan tenggelam.
Masih dalam hembusan rokok, aku kembali meminum bir yang kini tersisa tinggal setengah. aku taruh botol bir yang terisi setengah itu di ujung meja belajarku. Tak lama berselang. Terlihat kupu-kupu hinggap di jeriji jendela kamarku. Saat aku melihatnya Entah mengapa aku dapat melihat kupu-kupu itu dengan jelas. Dapat Melihat matanya serta dapat melihat senyumnya. Dan aku merasa mengenal senyuman itu.
Sebentar ia hinggap, lalu terbang menuju cahaya senja yang sempurna. Setelah itu, aku tidak pernah melihat lagi kupu-kupu itu untuk selamanya.
Jakarta 060410. untuk yang tersayang.
Ade Hk.

0 comments:
Post a Comment